Sabtu, 31 Agustus 2013

MAKALAH latihan grand tropic

Peran Bank Indonesia melawan Inflasi yang disebabkan BBM

Dalam rangka tugas pembuatan makalah OSN 2013

Oleh:
Adam Jordan
SMA Kristen Yusuf
DKI JAKARTA
2013

Kata Pengantar

Sebelumnya penulis ingin mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Karena atas berkat rahmat dan pertolongannya, penulis bisa menyelesaikan makalah ekonomi yang berjudul “Peran Bank Indonesia melawan Inflasi yang disebabkan BBM”.
Penulis juga ingin berterimakasih kepada juri-juri serta panitia OSN 2013 karena telah meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini.  Selain itu, penulis juga ingin berterimakasih kepada teman-teman peserta OSN provinsi DKI Jakarta, serta guru-guru yang telah mendukung penulis dalam pembuatan makalah ini dan memberikan masukan yang sangat berarti dan berguna sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan tujuan mengetahui peran-peran Bank Indonesia dalam membantu perekonomian indonesia dalam mengatasi inflasi yang terjadi karena kenaikan harga BBM.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada makalah ini.  Oleh karena itu, penulis ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan atau sesuatu yang tidak berkenan.  Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat menjadi motivasi penulis dalam membuat makalah yang lebih baik lagi.






 

Daftar Isi

Judul.....................................................................................................................................i





BAB I
Pendahuluan

1.1       Latar Belakang Masalah

Bank Sentral (Central Bank) merupakan suatu bank yang diberi tugas oleh pemerintah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga-lembaga  keuangan yang terdapat dalam perekonomian.  Di Indonesia, bank yang berfungsi sebagai Bank Sentral adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia (BI) yang mempunyai tujuan untuk mencapai dan kestabilan nilai rupiah memiliki berbagai tanggung jawab dalam mengatasi masalah yang terjadi yang akan berdampak pada keuangan Indonesia.  Oleh karena itu, Bank Indonesia juga memiliki tanggung jawab dalam mengatasi inflasi yang terjadi di Indonesia.
Inflasi seringkali terjadi di Indonesia.  Salah satu penyebab yang signifikan adalah karena kenaikan BBM.  Sebagaimana diketahui bahwa BBM atau Bahan Bakar Minyak adalah suatu materi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.  BBM berfungsi sebagai penyedia energi dalam menjalankan berbagai mesin dan kendaraan.
Dari segi ekonomis, Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu faktor yang banyak berpengaruh dalam perekonomian suatu negara.  BBM sangat dibutuhkan oleh berbagai pelaku ekonomi untuk menjalankan aktivitasnya, baik oleh rumah tangga  konsumsi, maupun rumah tangga produksi atau perusahaan yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melakukan kegiatan produksinya.
Kenaikan harga BBM belakangan ini disebabkan oleh penurunan subsidi BBM yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.  Pemerintah menurunkan subsidi BBM ini karena dianggap tidak efisien dan salah sasaran, melainkan hanya menjadi beban yang memperbesar pengeluaran negara yang berujung pada semakin besarnya defisit APBN negara.
Disinilah tugas BI untuk mengatasi inflasi tersebut.  Melalui kebijakan-kebijakannya, diharapkan Bank Indonesia (BI) akan mampu mengatasi inflasi yang terjadi.

1.2       Rumusan Masalah

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan beberapa masalah yang bisa dianalisis, diantaranya:
1.      Apa penyebab kenaikan harga BBM?
2.      Seperti apa inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM?
3.      Apa yang dimaksud dengan Bank Indonesia?
4.      Apa peran Bank Indonesia dalam mengatasi inflasi?

1.3       Batasan Masalah

Makalah ini dibatasi pada kenaikan harga-harga barang atau inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM.  Penyebab kenaikan harga BBM difokuskan pada karena pengurangan subsidi BBM oleh pemerintah.  Selain itu, inflasi yang terjadi dibatasi pada inflasi yang terjadi pada tahun 2013.

1.4       Tujuan Penelitian

Makalah ini dibuat dengan tujuan:
1.      Mengetahui penyebab kenaikan harga BBM
2.      Seberapa besar inflasi yang disebabkan harga BBM
3.      Mengetahui peran Bank Indonesia dalam mengatasi inflasi

1.5       Landasan Teori

1.5.1    Inflasi

1.5.1.1 Pengertian Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus.
1.5.1.2 Penggolongan Inflasi
Inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:
1.      Penggolongan didasarkan atas parah tidaknya inflasi
a.       Inflasi ringan (kurang dari 10% per tahun)
b.      Inflasi sedang (lebih dari 10%, namun kurang dari 30% per tahun)
c.       Inflasi berat (lebih dari 30%, namun kurang dari 30% per tahun)
d.      Hiperinflasi (lebih dari 100% per tahun)
2.      Penggolongan didasarkan sumber penyebabnya
a.       Inflasi tarikan permintaan (Demand-pull inflation)
b.      Inflasi dorongan biaya (Supply-push inflation)
c.       Inflasi campuran (Mixed Inflation)
3.      Penggolongan didasarkan atas inflasi
a.       Domestic Inflation (Inflasi yang dberasal dari dalam negeri)
b.      Imported inflation (Inflasi yang berasal dari luar negeri)
1.5.1.3 Menghitung angka inflasi
Perkembangan harga-harga di Indonesia dapat dilihat dari tiga macam tingkat harga dengan cara menghitung indeks harga (price index), yaitu:
1.      Indeks Harga Konsumen (IHK)
2.      Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

1.5.2    Penawaran

1.5.2.1 Definisi Penawaran
Penawaran dapat didefinikan sebagai jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.
1.5.2.2 Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi: “Semakin tinggi harga suatu barang, cateris paribus, maka semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin ditawarkan oleh penjual, dan sebaliknya semakin rendah harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah barang yang ingin ditawarkan oleh penjual.”
1.5.2.3 Faktor Penawaran
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi penawaran suatu barang adalah:
1.      Harga barang itu sendiri
2.      Harga barang lain yang terkait
3.      Harga faktor produksi
4.      Biaya produksi
5.      Teknologi produksi
6.      Jumlah penjual

1.6       Hipotesis

Berdasarkan hipotesis peneliti, kenaikan harga BBM disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karena pengurangan subsidi BBM.  Kenaikan harga BBM tersebut juga akan berkontribusi besar pada naiknya harga-harga barang-barang di pasar yang akhirnya akan menimbulkan inflasi.
Bank Indonesia mempunyai peran untuk mencegah terjadinya inflasi dengan melakukan berbagai kebijakan moneter.

 



BAB II
Pembahasan

2.1       Penyebab Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor.  Faktor-faktor tersebut berasal baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Penyebab-penyebab kenaikan harga BBM tersebut adalah:
1.      Naiknya harga minyak dunia yang membuat pemerintah tidak dapat menjual BBM pada tingkat harga yang sama seperti sebelumnya.
2.      Harga BBM di Indonesia dianggap terlalu murah dibandingkan harga BBM yang dijual di negara lain.
3.      Penguasaan 70 persen sumber Migas ternyata banyak dikuasai negara asing diantaranya, Total, Conoco, Chevron, Exxonmobil, British Petrolium.
Penyebab-penyebab kenaikan harga minyak dunia tersebut akan mendorong pemerintah untuk ikut menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).  Karena apabila pemerintah tetap mempertahankan harga BBM dengan tidak menaikkan harga BBM, hal tersebut akan terus menekan APBN yang akan menyebabkan perekonomian Indonesia semakin parah.  Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk mencabut dan mengurangi subsidi BBM yang akhirnya akan mendorong kenaikan harga BBM, sebagaimana dijelaskan dalam teori penawaran bahwa subsidi akan menyebabkan kurva penawaran (supply curve) berkurang dan bergeser ke kanan.  Oleh karena itu, harga pasar BBM akan mengalami kenaikan.

2.2       Inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM     

            Kenaikan harga BBM akan menyebabkan kenaikan harga-harga barang lain yang akhirnya akan menyebabkan perekonomian negara mengalami inflasi.  Hal ini disebabkan karena sebagian besar barang-barang di pasar menggunakan BBM (Bahan Bakar Minyak) sebagai bahan pokok dalam memproduksi barang tersebut.  Misalnya, harga apel naik, dikarenakan untuk membawa apel itu kota, dibutuhkan transportasi yang membutuhkan BBM untuk dapat beroperasi.
            Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan inflasi yang terjadi tiap periode yang terjadi pada tahun 2013 dari bulan Januari sampai dengan bulan Juli.
Tabel Inflasi dan IHK INDONESIA Tahun 2013 Menurut Bulan   
BULAN
TAHUN 2013
IHK
INFLASI
Jan
136.88
1.03
Feb
137.91
0.75
Mar
138.78
0.63
Apr
138.64
-0.10
Mei
138.60
-0.03
Jun
140.03
1.03
Jul
144.63
3.29

Dari tabel tersebut bisa kita lihat, bahwa inflasi atau kenaikan harga yang terjadi pada bulan Juli jauh lebih besar dibandingkan kenaikan harga pada bulan lainnya, yaitu tingkat inflasi mencapai 3.29, dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 140.03 menjadi 144.63.

2.3       Bank Indonesia

Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.
Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2.4       Peran Bank Indonesia dalam menangani inflasi

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23  Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI), disebutkan bahwa Bank Indonesia merupakan lembaga yang independen.  Independen diartikan sebagai lembaga negara yang bebas dari campur tangan terhadap pelaksanaan tugas BI.
Sesuai dengan undang-undang tersebut, maka dapat diketahui bahwa Bank Indonesia mempunyai tujuan utama yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.  Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia 3 tugas utama, yaitu:
1.      Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2.      Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
3.      Mengatur dan mengawasi bank
Kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi.  Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum.  Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan sisi penawaran.  Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan.
Untuk mengatasi inflasi, BI akan mengambil kebijakan-kebijakan untuk mengendalikan jumlah uang beredar.  Kebijakan-kebijakan ini disebut Kebijakan Moneter.  Jika Bank ingin menambah jumlah uang beredar, BI akan menempuh kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive) atau easy money policy.  Sebaliknya jika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang beredar yang akhirnya akan menghambat inflasi, pemerintah akan menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive) atau dikenal juga sebagai tight money policy.
Untuk melaksanakan kebijakan moneter, BI mempunyai beberapa instrumen kebijakan moneter yang dapat dilakukan, diantaranya:
1.      Kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif
a.      Open Market Operation
Untuk mengurangi inflasi, pemerintah akan melakukan pembelian surat berharga di pasar uang, yang berupa Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
b.      Discount Rate Policy
Dalam rangka mengurangi inflasi, kebijakan ini akan dilakukan oleh BI dengan cara menaikkan tingkat diskonto.  Yang dimaksud dengan tingkat diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan bank sentral atas bank-bank umum yang meminjam dana ke bank sentral.
c.       Reserved Requirement Ratio
Untuk menghambat inflasi, BI akan menaikkan GWM sehingga kemampuan bank dalam memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya.
2.      Kebijakan moneter yang bersifat kualitatif
a.      Selective Credit Control
Kebijakan ini bertujuan mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menentukan syarat pengajuan kredit yang ketat, yaitu lebih memperhatikan 5c
b.      Moral Persuasion
BI akan mengingatkan bank-bank umum untuk menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dikarenakan kontrol BI atas inflasi sangat terbatas, BI selalu melakukan assessment atau evaluasi terhadap perkembangan perekonomian.  Oleh karena inflssi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, dibutuhkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil.  Untuk itulah, BI akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan lembaga sektoral lainnya untuk mengatasi inflasi.










BAB III
Penutup

3.1       Simpulan

Dengan kebijakan pemerintah yang mengurangi subsidi BBM karena BBM dianggap terlalu besar memakan porsi pengeluaran APBN, serta subsidi BBM yang dianggap tidak tepat sasaran dan tidak efisien, maka harga BBM pun dinaikkan.  Harga BBM yang naik ini akan berdampak besar terhadap harga-harga barang lainnya yang memerlukan BBM sebagai bahan pokok produksinya.
Oleh karena kenaikkan harga BBM ini, inflasi pun tidak dapat dihindarkan lagi.  Oleh karena itu, diperlukan peran dari berbagai pihak guna menanggulangi inflasi itu, yang salah satu nya yang paling berperan adalah Bank Sentral indonesia.
Bank Sentral Indonesia sebagai lembaga yang independen, memiliki kemampuan untuk mengambil berbagai kebijakan moneter guna menurunkan tingkat inflasi.  Namun Bank Indonesia tidak akan mampu berusaha sendiri tanpa dukungan dari lembaga-lembaga sektoral lainnya.   Oleh karena itu, koordinasi dan kerjasama lembaga lintas sektoral sangatlah penting untuk mengatasi tingkat inflasi yang terlalu besar.

3.2       Saran

Seperti dikemukakan di atas bahwa kontrol BI atas inflasi sangat terbatas, karena inflasi dipengaruhi oleh banyak faktor.  Oleh karena itu untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta.  Tanpa dukungan dan komitmen tersebut niscaya tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan.
Oleh karena itu, sebagai konsumen, diperlukan juga kesadaran dengan tidak boros menggunakan BBM sebagai salah satu faktor yang paling berkontribusi pada kenaikan tingkat inflasi.  Selain bergantung kepada BBM, perlu dicari juga alternatif sumber energi lainnya, sehingga kenaikan harga BBM tidak akan berdampak terlalu besar kepada naiknya harga-harga barang.


Daftar Pustaka

Tim Lopi. 2011. Langkah Sukses Menuju Olimpiade Ekonomi Edisi Kedua. Jakarta: Bina Prestasi Insani
http://www.bi.go.id

http://news.okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar